Sabtu, 16 Mei 2015 pagi
yang cerah untuk memulai kegiatan bermanfaat. Salah satunya adalah Para PKMF
2015 yang diselenggarakan di ruang 1.6 dan 1.7. Pukul 10 pagi, acara Pra PKMF dimulai
dengan Bismillah oleh MC yaitu Kak Faik Setyadi, Kimia 2013. Selanjutnya adalah
pembacaan ayat suci Alquran oleh Andri Kosiret, Matematika 2014. Setelah lantunan
ayat suci yang indah tersebut, Andri juga membacakan arti dari ayat yang telah ia
baca tersebut.
Sebelum materi dimulai,
acara di buka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana PKMF 2015 yaitu kak Ichsan
Nur Darmawan, Kimia 2013. Kak Ichsan menyampaikan kata-kata cinta penuh makna. Dari
1 kata cinta hingga 6 kata cinta untuk peserta Pra PKMF yang telah hadir
mengikuti rangkainan acara PKMF 2015. 6 kata cinta tersebut adalah “Menginspirasi
Tanpa Batas, Bangun Semangat Totalitas”. Selanjutnya sambutan dari Wakil Ketua
BEM FMIPA yaitu kak Arief Setiawan, Kimia 2012, yang merupakan perwakilan BEM
FMIPA.
Setelah itu sambutan
dari kak Arief, ada pula sambutan dari Pembantu Dekan III yaitu Pak Rusdy,
Biomed. Pak Rusdy berpesan bahwa pemimpin berbeda dengan ketua atau kepala. Ketua
ada karena ada suatu proses pemilihan, sedangkan kepala ada karena ditunjuk. Sedangkan
pemimpin hadir dari diri mereka sendiri. Seorang pemimpin haru dapat memimpin
dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. beliau mengatakan bahwa hasil research
di Amerika orang yang berhasil dengan IQ tinggi hanya berkisar 11%. Sedangkan orang
yang berhasil bukan karena IQ adalah sekitar 89% yaitu karena komunikasi dan softskill, yang dalam hal ini dapat
diasah dengan berbagai cara. Salah satu cara tersebut adalah dengan
berorganisasi. Beliau bercerita bahwa beliau dan teman-teman beliau satu
angkatan yang pernah bergabung dalam organisasi saat ini berhasil menjadi
seorang pemimpin, diantaranya adalah Bapak Dekan FMIPA. Beliau juga berpendapat
bahwa membangun sifat kepemimpinan tidak bisa dilakukan dalam 3 hari saja
seperti PKMF ini, tetapi selama berada di UNJ adalah saat dimana karakter
pemimpin dibentuk. PKMF adalah sarana untuk lebih membentuk karakter pemimpin tersebut.
karena sikap kepemimpinan yang dibentuk lebih baik disbanding yang ada sejak
lahir.
Sabutan yang luar biasa
dari kakak-kakak dan juga Pak Rusdy tersebut diikuti materi yang luar biasa. Materi
“Urgensi Kaderisasi” dibawakan oleh KaDept. Dagri BEM UNJ 2015 yaitu kak Riza
Pahlevi, Biologi 2011, yang dimoderatori oleh kak Habiburasyid, Fisika 2013. Mengapa
kaderisasi sangat penting dilakukan ialah karena dalam Alquran pun kita telah
diperintahkan oleh Allah bahwa “Jangan pernah meninggalkan generasi yang lemah
dibelakang mereka” dalam surah An-Nisa ayat 9. Yang mana kaderisasi adalah
proses untuk menyiapkan dan membentuk generasi berikutnya. Karena apabila dalam
organisasi tidak menyiapkan dan membentuk atau tidak mengkader generasi
berikutnya, maka organisasi tersebut akan mati.
Dalam kaderisasi
terdapat dua komponen. Komponen pertama adalah pelaku dan komponen kedua adalah
objek atau sasaran. Pelaku harus mengenal dan memahami objek yang akan
dikaderi. Dan objek jangan sampai tahu kalau ia sedang dikaderi. Kaderisasi yang
berhasil adalah pengkaderan tanpa sadar. Dalam kaderisasi juga terdapat peran
dan fungsi kaderisasi.yang pertama adalah screening
atau melihat secara keseluruhan. Biasaanya dilakukan saat MPA dan PKMJ. Pelaku melihat
calon-calon yang berpotensi dan mengenal lebih jauh terhadap objek atau
sasarannya tersebut. kedua adalah rekruitmen yang contohnya adalah saat
pendaftaran BEM atau organisasi lainnya. Ketiga adalah pembentukan sikap
kepemimpinan dari objek yang akan dikaderi. Setelah mengenal dan merekrut objek
tentu harus dibarengi pula dengan pembentukan jiwa kepemimpinan yang dapat
dilakukan dengan member amanah. Keempat adalah pengembangan dari yang telah
dibentuk tersebut. pengembangan dapat dilakukan dengan member ruang untuk
mengembangkan softskill. Yang terakhir
adalah penjagaan yang juga mulai dilakukan saat proses rekruitmen.
Tips dari kak Riza agar
penjagaan yang dilakukan tidak membosankan adalah memilih waktu yang berbeda
dan tempat yang berbeda dari biasanya bertemu yang tentu akan berhubungan
dengan loyalitas. Salah satu cara membentuk loyalitas adalah memberi kesenangan
dahulu baru kemudian memberi amanah. Kak Riza juga mengatakan bahwa loyalitas
seseorang dalam organisasi dapat dilihat dari kehadiran orang tersebut dalam
organisasinya. Apabila seseorang jarang datang dikarenakan masalah selain
masalah finansial dan keluarga, masalah tersebut tidak dapat ditolerir. Apabila
dalam mengkader terjadi masalah, terlebih dahulu mengecek ruhiyah. Karena apabila
kita jaug dari sang pencipta, maka kita juga akan jauh dari makhluk-Nya. Dan apabila
loyalitas berkurang karena masalah akademi, itu bukan sebuah alasan. Karena apabila
itu bergabung dalam organisasi tentu ia udah memikirkan konsekuensinya dan hal
tersebut merupakan tanggung jawab pribadi.
Setelah materi yang
begitu bermanfaat tersebut, dilanjutkan dengan pembagian nama kelompok dan
penugasan. Saya berada di kelompok 1 dengan kakak fasil adalah kak Bagus Tito
Wibisono yang berupakan Ketua BEM FMIPA 2015-2016. Kelompok 1 mendapat
penugasan mewawancarai Ketua BEM FIK dan juga PD III dari FIS. Setelah ishoma,
pukul 12,30 kami berkumpul dengan kakak fasil. Kak Bagus terlebih dahulu menanyakan
kabar untuk lebih mengenal. Kak Bagus berpesan dalam tugas danus, kalau bisa
antimainstream. Maksudnya jangan melulu menjual makanan ke teman sendiri tetapi
menjual yang lain ke orang lain. Kak Bagus Juga berpesan bahwa akademik tetap
harus diutamakan. Sempatkan mengerjakan tugas selagi belum sibuk. Setelah berkumpul
dengan fasil, ada doa penutup dari kak Hersa, Matematika 2013. Dan setelah itu
acara Pra PKMF telah selesai.
#HIDUPMAHASISWA
#HIDUPRAKYATINDONESIA
#HIDUPPENDIDIKANINDONESIA
#PKMFIMPA2015_Litia Dita Mulyar_Fisika_Kelompok1
#PKMFmenginspirasi